Wakil Wali Kota Tanjungpinang Resmi Buka MPLS di SMPN 1: Simbol Penyatuan dan Awal Perjalanan Baru bagi Siswa Baru

Langit cerah mengiringi semangat baru di halaman SMP Negeri 1 Tanjungpinang. Suasana pagi itu terasa istimewa karena Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, hadir memimpin upacara bendera sekaligus membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.

Dalam prosesi yang sarat makna tersebut, Raja Ariza secara langsung menyematkan tanda peserta MPLS kepada perwakilan siswa baru. Penyematan itu menjadi simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 1.

Hari pertama sekolah adalah momen yang penuh makna, khususnya bagi kalian, siswa kelas VII. Hari ini adalah awal dari cerita baru dalam hidup kalian, penuh tantangan, pengalaman, dan kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang hebat,” ucap Raja Ariza dengan penuh semangat dalam sambutannya.

Lebih dari sekadar pembukaan MPLS, momentum ini juga menjadi saksi sejarah baru: penggabungan resmi SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Tanjungpinang.

Mulai hari ini, seluruh siswa baru, termasuk yang sebelumnya terdaftar di SMPN 3, telah resmi menjadi bagian dari SMP Negeri 1 Tanjungpinang,” lanjut beliau. Dengan penggabungan ini, total siswa di SMPN 1 kini mencapai 348 orang, terdiri dari 247 siswa asal SMPN 1 dan 101 siswa dari SMPN 3.

Raja Ariza pun berpesan kepada siswa kelas VIII dan IX untuk menjadi panutan yang baik bagi adik-adik kelas VII yang sedang menapaki babak baru kehidupan sekolah mereka.

“Bimbing mereka dengan kasih, beri contoh lewat tindakan. Sekolah ini adalah rumah kita bersama,” ujarnya menutup sambutan.

MPLS tahun ini bukan sekadar orientasi, tapi juga momen menyatukan semangat, membangun budaya positif, dan menumbuhkan rasa memiliki di tengah perubahan. Sebuah awal yang menjanjikan bagi SMPN 1 Tanjungpinang dalam menapaki masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya.

Ujian Sekolah SMP Negeri 1 Tanjungpinang Digelar, 256 Siswa Menghadapi 10 Mata Pelajaran

Tanjungpinang, 6 Mei 2024 – Ujian Sekolah SMP Negeri 1 Tanjungpinang resmi dimulai hari ini, 6 Mei 2024. Sebanyak 256 siswa kelas IX akan mengikuti ujian yang berlangsung selama 6 hari, hingga 15 Mei 2024.

Pada hari pertama, para siswa diuji dalam dua mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama dan Bahasa Inggris. Ujian dilanjutkan dengan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya pada hari Selasa, 7 Mei 2024. Selanjutnya, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) akan diujikan pada hari Rabu, 8 Mei 2024, disusul Matematika pada tanggal 13 Mei 2024 Menuju akhir pekan, siswa akan menghadapi ujian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dan Prakarya pada tanggal 14 Mei 2024. Ujian ditutup dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada tanggal 15 Mei 2024

Optimisme dan Harapan

Kepala SMP Negeri 1 Tanjungpinang, Muhammad Dirman, S.Pd , menyatakan optimismenya terhadap kelancaran pelaksanaan Ujian Sekolah tahun ini. Beliau juga menyampaikan harapannya agar para siswa dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang dan fokus, serta menampilkan hasil terbaik mereka.

“Kami telah mempersiapkan Ujian Sekolah ini dengan matang, mulai dari kesiapan peserta didik dan teknis pelaksanaan ujian, kami berharap para siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang dan fokus, sehingga mereka dapat memperoleh hasil yang terbaik,” ujar Bapak Muhammad Dirman, S.Pd

Dukungan dari Orang Tua dan Guru

Para orang tua dan guru juga terlihat memberikan dukungan kepada para siswa. Mereka berharap para siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Saya harap anak saya bisa mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus,” ujar salah satu orang tua siswa.

“Kami sebagai guru telah memberikan bimbingan dan pelajaran terbaik kepada para siswa. Kami harap mereka dapat memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dengan maksimal dalam ujian ini,” ujar salah satu guru.

Ujian Sekolah merupakan momen penting bagi para siswa kelas IX. Hasil ujian ini akan menentukan kelulusan mereka dan menjadi salah satu faktor penentu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Sambut Ramadan, OSIS SMP Negeri 1 Tanjungpinang Bagikan Sembako

Pembagian Paket Sembako oleh Kepala Sekolah kepada siswa dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Jum.’at (14/03/23).

TANJUNGPINANG – Dalam rangka menyambut bulan ramadan 1444 Hijriah, SMP Negeri 1 Tanjungpinang membagikan sembako bagi siswa-siswi yang kurang mampu dan warga sekitar di SMPN 1, Jum.’at (14/03/23).

Kegiatan itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk belajar berbagi kepada orang yang kurang mampu dan dengan membagikan paket sembako, diharapkan para penerima menjadi terbantu dalam persiapan menjelang awal Ramadan sehingga mereka akan lebih fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Ramadan.

Adapun paket sembako terdiri dari  beras, telur, minyak goreng, sirop, mi, dan juga gula. Paket tersebut merupakan hasil sumbangan dari para siswa-siswi SMPN 1 Tanjungpinang yang dikumpulkan selama beberapa hari. Paket sembako ini diserahkan oleh OSIS SMPN 1 Tanjungpinang.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Tanjungpinang, Bapak Muhammad Dirman S.Pd menuturkan rasa syukurnya atas kelancaran penyerahan paket sembako kepada siswa dan warga sekitar yang kurang mampu.

“Semoga dengan paket tersebut dapat mengurangi beban mereka dalam menghadapi bulan Ramadan, sehingga mereka dapat lebih fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka di bulan ramadan ini.” ujar Pak Dirman.

Salah satu siswi yang menerima sembako, Ima juga mengungkapkan rasa terimakasih dengan adanya paket sembako ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya sembako ini, saya mengucapkan banyak-banyak rasa terima kasih”. Ujar Ima (18/4/2023).

Pewarta: Ativa Melyani Putri, Rohimah, Letisya Cahya Anugrah, Balqish Iqtifar Azzahra/Kelompok 10

Pelaksanaan AKM/ANBK 2021 SMP Negeri 1 Tanjungpinang berjalan lancar

(05/10/2021 : Tanjungpinang) 45 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungpinang melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021. 45 siswa tersebut merupakan populasi yang terpilih melalui data Dapodik Sekolah

Selanjutnya pelaksanaan AKM SMP Negeri 1 Tanjungpinang ini dari dua sesi, yaitu sesi I sebanyak 30 peserta dan sesi II sebanyak 15 peserta populasi. Adapun status pelaksasanannya yaitu mandiri dengan moda pelaksanaan Semi Online menggunakan Exambrowser yang disediakan Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud.

Pemilihan status pelaksanaan mandiri ini sudah dimulai saat beberapa tahun yang lalu saat pelaksanaan UNBK dan berlanjut sampai sekarang dikarenakan sarana dan prasarana cukup memadai di SMP Negeri 1 Tanjungpinang. Untuk moda pelaksanaannya yaitu “semi online”, pemilihan moda ini buka tanpa alasan karena moda ini diyakini lebih aman dan lancar karena menggunakan Lokal Area Network (LAN) yang dapat menjamin kestabilan sinyal dari server ke komputer client.

Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimun di SMP Negeri 1 Tanjungpinang diawasi oleh pengawas silang dari guru SMP Negeri 3 Tanjungpinang yaitu Ibu Mufrkhatun S.Pd dan Ibu Sepci Anora S.Pd yang dimulai pukul 07.30 WIB sampai 09.30 WIB untuk sesi I dan pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB untuk sesi II dengan menggunakan 2 ruang Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Tanjungpinang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat yang dimulai dari mencuci tangan, mengukur suhu, mengatur tempat duduk serta memakai masker.

Pelaksanaan AKM ini juga dihadiri oleh pengawas pembina SMP Negeri 1 Tanjungpinang yaitu Bapak Drs. Edy Sarwito. Meskipun ada 1 siswa yang tidak hadir namun hal tersebut tidak menghambat pelaksanaan AKM di SMP Negeri 1 Tanjungpinang karena peserta yang tidak hadir langsung digantikan oleh peserta cadangan

Informasi Kelulusan SMPN 1 Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2019/2020

AssalamualaikumWr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua

Dear ananda
Selamat atas kelulusanmu hari ini…
Selamat jalan, selamat menempuh pendididkan ke jenjang yang lebih tinggi.
semoga ananda selalu dapat menjaga nama almamater sekolah, nama orang tuamu dan namamu sendiri.
Dear ananda yang ibu sayangi…
Pengumuman kelulusan tahun ini berbeda dari tahun tahun sebelumnya, ananda tidak perlu datang ke sekolah untuk melihat informasi kelulusan cukup dari rumah saja dengan membuka halaman web ini

Tidak ada perpisahan, karena sejatinya kita tidak pernah terpisah sampai kapanpun kalian tetap terhubung dengan almamater sekolah ini. Kami hanya melepaskanmu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Untuk bekal kalian meneruskan ke jenjang berikutnya, sementara ini kalian akan diberikan Surat Ketetangan Lulus dan surat keterangan berkelakuan baik yang dapat diambil di sekolah dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Telah mengembalikan buku perpustakaan dibuktikan dengan surat bebas perpustakaan (surat bebas perpustakaan pengambilannya terjadwal).
    Note: Bagi kelas 9 yang sudah mengembalikan buku dan belum memiliki kartu bebas pustaka agar dapat kembali mengambil surat bebas pustaka terlebih dahulu untuk mengambil surat keterangan lulus
  2. Menggunakan pakaian yang sopan dan memakai sepatu.
  3. Wajib menggunakan masker.
  4. Tidak boleh berkerumun. ikuti antrian yang diatur petugas.
  5. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum memasuki ruangan di tempat yang telah disediakan.
  6. Jadwal pengambilan Surat Keterangan Lulus
    [table id=3 /]

Demikian yang dapat ibu sampaikan sekali lagi selamat dan sukses untuk ananda semuanya
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Berikut ini keterangan kelulusan siswa/i SMPN 1 Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan mengetikkan Nama di kolom pencarian

[table id=1 /]

REKAPITULASI :
Jumlah Peserta Laki-laki : 102 Orang
Jumlah Peserta Perempuan : 143 Orang
Jumlah Total Peserta : 245 Orang

Ditetapkan di : Tanjungpinang
Tanggal 05 Juni 2020
Kepala Sekolah

TTD

TRI ELIS SETIYOWATI, S.Pd.,M.M.
NIP. 196611301990022002

Ragam Program Tayangan “Belajar dari Rumah” di TVRI

Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program “Belajar dari Rumah” sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.

“Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” ujar Nadiem Anwar Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Selain materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, Belajar dari Rumah juga menayangkan materi bimbingan untuk orang tua dan guru. Serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu.

“Untuk sementara, program ini direncanakan akan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020,” jelas Mendikbud.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.

“Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting,” tutur Hilmar.

Hilmar juga menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar materi sudah diproduksi Kemendikbud melalui Televisi Edukasi (TVE) maupun produksi dari pihak Dicontohkan sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Kemudian, terkait program kebudayaan, Hilmar menjelaskan pada hari Sabtu dan Minggu, terdapat durasi tiga jam khusus untuk program-program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Sedangkan pada malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre seperti film anak, drama, dan dokumenter. Untuk jadwal acara program Belajar dari Rumah, masyarakat dapat melihat dan mengunduhnya di laman kemdikbud.go.id.

Ditambahkan Hilmar, Kemendikbud akan menyiapkan sekitar 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari ke depan di TVRI. “Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya,” pungkasnya. (Anandes Langguana/Danasmoro Brahmantyo).

Kemendikbud Hadirkan Program Tayangan “Belajar dari Rumah” di TVRI

Jakarta, Kemendikbud — Mulai Senin, 13 April 2020, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menayangkan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19. Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan berbagai tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, tayangan bimbingan untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini direncanakan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, meskipun Kemendikbud sudah menjalin kerja sama dengan platform teknologi atau online learning milik swasta untuk memfasilitasi siswa belajar di rumah, Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di daerah yang tidak memiliki akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga keterbatasan dana untuk kuota internet atau pulsa.

“Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam masa yang sangat sulit ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi. Karena itu kami meluncurkan program Belajar dari Rumah,” ujar Mendikbud dalam konferensi video pada Kamis, (9/4/2020).

Diharapkan, program Belajar dari Rumah ini dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi. TVRI merupakan saluran gratis yang bisa dinikmati masyarakat di berbagai daerah, dan bisa dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang tua untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19.

“Ini merupakan respons cepat atas komplain masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR saat rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat program kita tetap Merdeka Belajar,” tutur Mendikbud.

Menurutnya, konten pembelajaran dalam program Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program Belajar dari Rumah, seperti mengukur apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pembelajaran, seperti membuat konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan mitra yang berada di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam konferensi video yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di TVRI. Ia mengatakan, jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan. “Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting,” tutur Hilmar. Ia menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar sudah diproduksi Kemendikbud sebelumnya, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Ada juga sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Hilmar menuturkan, pada akhir pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, ada durasi tiga jam khusus untuk program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Kemudian di malam hari akan ada pemutaran film Indonesia dengan pilihan berbagai genre, seperti film anak, drama, dan dokumenter. Ia mengatakan, Kemendikbud akan menyiapkan 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari di TVRI. Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya.

“Mungkin yang perlu saya tambahkan, ini semua dilakukan tanpa kita bertemu, semua dilakukan secara online. Bahan-bahan yang ada kita kumpulkan dengan cepat, lalu dijahit. Untuk minggu-minggu selanjutnya mungkin beberapa sudah bisa dimasukkan produksi baru. Kami berusaha bekerja cepat di tengah situasi ini,” ujarnya. (Desliana Maulipaksi)

Simulasi UNBK 2020 (SMP/MTs) dimulai serentak hari ini

Tanjungpinang : Sebagai salah satu kesiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020, seluruh SMP/MTs negeri maupun swasta di Kota Tanjungpinang serentak melaksanakan simulasi tahap pertama UNBK pada hari ini (02/03).Simulasi  ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. 

Sebelum pelaksanaan kegiatan ini langkah yang penting disiapkan yaitu menyiapkan sumber daya komputer PC yang selanjutnya dilakukan tahap sinkronisasi dengan server pusat yang sudah dilaksanakan pada Minggu 01 Maret 2020

Pada tahun ini sebanyak 245 Siswa SMP Negeri 1 Tanjungpinang telah siap mengikuti kegiatan simulasi yang terbagi atas 3 sesi setiap hari nya yaitu hari ini, Senin 02 Maret 2020 dimulai dengan simulasi dengan Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan besok simulasi terkahir dengan Mata Pelajaran Matematika yang masing-masing sesinya diberikan waktu 120 menit untuk pelaksanaannya.

Pada sesi 1 sebanyak 77 siswa serentak mengikuti kegiatan ini yang terbagi di  3 Laboratorium Komputer yang disiapkan, masing-masing laboratorium komputer menampung 25 Siswa di Labor 1, 25 Siswa di Labor 2 dan 27 Siswa dilabor 3.

kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dengan adanya pelaksanaan simulasi ini, siswa SMP/Mts pada umumnya dan SMP N 1 Tanjungpinang pada khususnya lebih siap mengikuti UNBK yang akan dilaksanakan pada akhir April mendatang dengan nilai yang memuaskan (Indra)

Apa sih AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)?

AKM dan survei karakter, terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Bentuk soal AKM akan diperkenalkan kepada siswa yang mengikuti simulasi UN tahun ini, sehingga ada kemungkinan pula bentuk-bentuk soal tersebut juga akan keluar saat UN utama nantinya. Sedangkan bagi guru juga akan diperkenalkan bentuk soal AKM sebagai gambaran bagaimana mengelola proses pembelajaran kedepannya dan bagaimana melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM.

Bentuk soal AKM yang diperkenalkan kepada guru, tidak terbatas hanya untuk guru mata pelajaran yang di UN-kan saat ini, akan tetapi untuk semua guru mata pelajaran. Artinya bentuk soal AKM merupakan bentuk soal lintas kompetensi, lintas bidang dan/atau lintas mata pelajaran. Tidak lagi membedakan mata pelajaran secara signifikan akan tetapi melihat sebuah kompetensi sebagai gambaran utuh dari puzzle berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran yang ada akan menjadi “tools” untuk membentuk kompetensi tersebut.

Menurut Pak Menteri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Ini kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya.

Selanjutnya Pak Menteri juga menjelaskan bahwa materi AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi’ bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan ‘numerasi’ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan ‘literasi’ dan ‘numerasi’ bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi.

tahun ini AKM dan survey karakter diujicobakan, baik pada siswa maupun guru. Rencananya tahun 2021 AKM dan survey karakter sudah diterapkan sebagai pengganti UN.

Sekelumit Cerita dari rekan yg sudah mengikuti AKM guru di SMK

Setelah submit, ada perintah mulai mengerjakan soal. Tara…!!! Benar juga, redaksi soalnya panjang-panjang, bahkan ada yang sehalaman, banyak gambar, grafik, table, dan diagram. Menjawabnya pun ada yang dengan mencentang boleh lebih dari satu. Ada yang memilih salah atau benar, pilihan ganda, dan ada pula yang uraian. Untuk yang jawaban berupa uraian ini dibatasi jumlah karakternya.

Soal hanya 10 buah dengan durasi 30 menit. Tapi yaitu, kami harus membaca dan memahami stimulusnya terlebih dahulu. Terkadang harus mengulang agar lebih mengerti. Ketika menjawab pun, kami terlebih dahulu harus membandingkan, mengidentifikasi, menganalisa dan juga menyimpulkan terhadap permasalahan yang ditanyakan. Hal itu tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, kami benar-benar harus berkonsentrasi agar bisa menalar dengan baik.

Setelah selesai, ternyata masih ada soal sesi berikutnya yaitu survey karakter. Jumlahnya 13 buah dengan durasi 30 menit. Kali ini berupa soal pilihan ganda yang berisi kasus-kasus yang redaksinya lebih pendek. Tepatnya soal-soal yang sesi dua ini mengarah pada penilaian kepribadian. Jadi kita diminta memilih alternative-alternatif jawaban yang menurut kita tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ditanyakan.

Ooo…ternyata AKM itu begini to? Menurutku sangat bagus jika siswa dibiasakan menyelesaikan soal-soal semacam ini. Soal-soal yang kontekstual, menyoal isu terkini, dan memerlukan penalaran yang tinggi. Sehingga berpikirnya pun harus secara holistik dan komprehensif. Dengan begitu, para guru juga semestinya harus membiasakan bentuk-bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian. Proses pembelajarannya pun juga harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar-salah, dan ceklist. Selain itu tugas-tugas untuk siswa berupa proyek dan portofolio juga semakin ditingkatkan

Sumber :

Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan Dapat Dijadikan Media Pendampingan Psikologis dan Sosial

Sleman, Kemendikbud — Pembelajaran Matematika yang menyenangkan melalui berbagai permainan yang menarik dapat dijadikan media pemulihan trauma pada siswa. Hal itulah yang dilakukan tim dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (PPPPTK Matematika) di SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Setelah terjadinya insiden pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut beberapa waktu yang lalu, semangat para siswa perlu dibangkitkan dengan pendampingan psikologis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di DIY mendirikan posko program pendampingan di SMPN 1 Turi Sleman untuk memberikan pendampingan psikologis. Posko ini didirikan selama seminggu mulai tanggal 24 hingga 29 Februari 2020.

PPPPTK Matematika sebagai salah satu UPT Kemendikbud DIY, ikut berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan tersebut dengan memberikan aktivitas pembelajaran matematika yang menyenangkan. Selasa (25/2/2020). Tim PPPPTK Matematika selama satu hari mengenalkan kepada siswa mengenai pembelajaran matematika yang menyenangkan melalui permainan (games) matematika yang bersifat menghibur dan mengasah nalar siswa.


Tim PPPPTK Matematika memberikan layanan pendampingan terbagi ke dalam 8 kelas yaitu untuk siswa kelas VII dan VIII dengan masing-masing kelas terdiri dari 1 orang widyaiswara dan tim relawan dari Kementerian Sosial DIY. Selama pendampingan tersebut, siswa diajak untuk melakukan aktivitas dengan bermain menggunakan permainan matematika seperti tangram, menara hanoi, loncat katak, dan lain-lain.


Secara umum berdasarkan pengamatan selama aktivitas kegiatan tersebut, siswa mengikuti semua aktivitas dengan gembira dan antusias. Siswa kelas VIII, Amaliya Utami mengaku sangat menikmati kegiatan permainan matematika yang diikutinya. “Permainan matematika yang saya ikuti ternyata bermanfaat karena sekaligus saya bisa belajar matematika. Kegiatan ini juga membantu saya semangat lagi di sekolah,” ungkap Amaliya.


Siswa lain bernama Muhammad Surya Samudra bahkan meminta agar kegiatan serupa juga diadakan lagi karena menurutnya sangat menyenangkan dan menghibur. Surya mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan cara yang menyenangkan tetapi ada unsur belajarnya.

Setelah melakukan pendampingan, dilakukan evaluasi harian dari masing-masing tim di setiap kelas untuk melaporkan pengamatan selama aktivitas di kelas. Secara umum, di hari kedua dilaporkan siswa merasa gembira dengan kegiatan di kelas melalui permainan matematika yang menghibur dan menyenangkan. Bagi siswa yang masih merasa perlu pendampingan, diberikan pendekatan dan pendampingan serta dijadikan catatan untuk ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat. (Nur Widiyanto / Rina Kusumayanti)